HEADLINE

SETELAH BUMI MENANGIS TERGUNCANG_Oleh REDAKSI

(Diposting kembali oleh redaksi atas persetujuan Majalah Simalaba)



Mungkin tak ada satupun dari kita yang benar benar siap ketika musibah itu datang berkunjung. menampar kenyataan dengan demikian keras hingga kita terpukul begitu jauh dengan segenap sakit sekaligus rasa kehilangan yang akut.


Ada airmata yang kemudian menggelinding, membenturkan segenap isi kepalamu ke dinding, menciptakan sungai deras yang menenggelamkanmu berkali kali hingga ke dasarnya, sampai kau merasa seluruh persendianmu terlepas dan perasaanmu lunglai, tanpa negosiasi!
.

Yah, kota itu seketika luluh lantak dalam sekejap, menjadi puing puing berserak ketika bumi berkali kali mengguncangkan seluruh isi perutnya, mengirimkan gelombang pasang menuju pantai, menyisakan luka dan trauma bagi para penghuninya.


Sementara, di sudut lain rumah sakit kian deras dipenuhi luka juga sirene ambulan yang tak berhenti bersuara seakan memberi tanda, menguliti inci demi inci ketegaran orang orang yang meringkuk kedinginan di tenda tenda pengungsian.


Tuhan, cukupkanlah kami atas segala kesedihan ini, atas segala ketakutan dan was was, atas segala ingatan yang patah yang kemudian menjadi anyir.


Dan ampunilah kami atas segala rasa sakit ini (Lombok disuatu hari)


No comments